Alastu birabbikum?

Bukankah Aku ini Kekasih kalian?

Ini bahasa cinta.

Hanya siapa yang benar cinta akan memahami. Siapa yang tiada cinta maka haruslah dirawat.

Berserahlah, maka engkau akan selamat. Jaga dirimu bersama Rabb mu, maka engkau boleh menjaga diri dan orang lain. Jangan pernah bergantung pada diri sendiri, engkau akan binasa.

"Bukan engkau yang memanah ketika engkau memanah, tetapi Allah-lah yang memanah."

Bermaksud lakuan itu hakikatnya dari Allah, bukan dari hawa nafsu. Maka janganlah engkau bertuhankan dirimu sendiri dengan menurut keakuan hawa nafsumu.

Betapa banyak yang engkau hendak pada hari ini, esoknya engkau mahu lagi benda yang lain. Kehendakmu berubah setiap 5 minit, adakah keakuan ini yang engkau hendak pegang dan turuti?

Keakuanmu tiada nilai sedikit pun. Engkau hanya dipermainkan oleh hawa nafsumu.

Iblis meninggi diri melihat dirinya daripada api dan Nabi Adam as daripada tanah. Padahal dia lupa yang Allah lah yang menciptakan api dan tanah.

Dan siapakah aku dan engkau ini? Aku dan engkau adalah daripada air mani yang hina, mati jadi bangkai, bawa kotoran pada jasad.

Kita sendiri tahu asal kejadian kita. Hendak melihat nilai diri cukup dengan melihat apa dalam perut dan apa yang keluar di tandas. Tetapi masih ingin menyebut aku lebih baik.

Cukup-cukuplah.

Allah memberi kehidupan dunia ini untuk melihat siapa yang benar tunaikan janjinya dari pertanyaan,

Bukankah Aku ini Kekasih kalian?

Itulah bahasa cinta.

Maka buanglah sifat keakuanmu dan jangan bertuhankan hawa nafsumu demi menurut sang Kekasih.

Allah...

••••••••••••••••••••••••••••

Sheikh Youssef Muhieddine Rek el Bakhour al Hasani

Majlis Sambutan Nisfu Syaaban

Banaat Yusufi

13 Februari 2025

Unit Akademik Banaat Yusufi 2025 (ED02)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar yang diluluskan.