ROH
Muroqqobah & Musyahadah
Perlu pada taqqarub & kedekatan dengan Allah melalui Al Quran (Ruh) dan doa munajat – makanan untuk Roh
Hidup Bertauhid setiap saat dan ketika
Rukun Islam
Mengucapkan 2 Kalimah Syahadah (Tauhid – Rujuk 50 Aqidul/Ikatan Iman
JASAD – Zahir/Syariat
Makanan Jasad – Makan & Minum yang Halalan Toyibban yang tak berlebihan, senaman kecergasan, rawatan dan perubatan sekiranya perlu
Bila mana adanya ROH, ianya datang dengan
HATI
Makanan Hati – Zikrullah – Iaitu Mengingati Allah dengan sebanyaknya atau setiap saat dan Ketika
Surat Ar-Ra’d Ayat 28
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Arab-Latin: Allażīna āmanụ wa taṭminnu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭmainnul-qulụb
Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Referensi: https://tafsirweb.com/3988-surat-ar-rad-ayat-28.html
Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah - 28 Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan kitab-Nya. Hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah dan mengingat janji kepada-Nya.. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah dan kekuasaan-Nya lah hati bisa menjadi tenteram
Referensi: https://tafsirweb.com/3988-surat-ar-rad-ayat-28.html
Berbagai Cara untuk mengingati Allah – Istighfar, Selawat, Lafaz Zikir Tahlil Tahmid Takbir, Tasbih , Hauqalah, Zikir Asma ul Husna, Tafakkur Alam, Tazzakur Ayat
AKAL
Makanan Akal Adalah Ilmu -berfikir untuk maksud agama dan menyampaikan
Dalam Islam, menuntut ilmu sudah dijelaskan dalam Al-Quran dan hadis-hadis Nabi Saw. Ada sejumlah dalil menuntut ilmu dalam Al-Quran dan hadis yang menyebutkan keutamaan menuntut ilmu, bahkan kewajibannya.Di antara ayat Al-Quran yang menjelaskan mengenai keutamaan menuntut ilmu adalah surah al-Maidah [5]: 11 berikut,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Hai orang-orang beriman, apabila dikatakan kepadamu; Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan; Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Adapun hadis-hadis Nabi Saw yang menjelaskan keutamaan dan kewajiban menuntut ilmu adalah sebagai berikut, pertama, hadis riwayat Ibn ‘Abd al-Bar, Nabi Saw. Bersabda, طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ - “Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan.”Kedua, hadis riwayat At-Tirmidzi, Nabi Saw bersabda, مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barangsiapa menghendaki keduanya, maka wajib baginya memiliki ilmu.” Keempat, hadis riwayat al-Imam Abu Dawud, Nabi Saw bersabda,“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu, niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.”
Hakikat Menuntut Ilmu - Menuntut ilmu adalah taqwa. Menyampaikan ilmu adalah ibadah. Mengulang-ulang ilmu adalah zikir. Mencari ilmu adalah jihad. -Abu Hamid Al Ghazali
NAFSU/AL NAFS (JIWA)
Makanan Nafsu – Makan, Tidor, Rehat, Berhibur, Berkeluarga, Bersuka Ria,
Nafsu perlu dididik/tarbiyah dan perlukan mujahadah melawan nafsu – Tazkiyatun Nafs (Ilmu Tasawuf)
Penjelasan Nafsu dan Peringkat Nafsu (sumber YADIM) - Nafsu itu memang ada dalam diri setiap diri manusia. Ia adalah anugerah daripada Allah SWT dalam menangani kehidupan sebagai hamba Allah sebagaimana Allah mengurniakan akal untuk manusia berfikir dan merencana kehidupan.
Nafsu ini sememangnya ada dalam kita untuk kita menjalani aktiviti seperti makan, minum dan berkahwin. Cuma, yang menjadi kebimbangan adalah tingkat kawalan kita terhadap nafsu yang wujud dalam diri kita.
Nafsu ini sering terkait dengan perbuatan jahat sedangkan kita tahu sebenarnya nafsu ini mempunyai banyak tingkatnya. Sebagai manusia biasa kita sering leka sehingga terus melakukan kesilapan demi kesilapan. Oleh itu, amat baik kalau kita dapat memahami tingkat-tingkat nafsu agar kita sentiasa berusaha memperbaiki diri.
Firman Allah SWT yang bermaksud:
“Bahkan sebenarnya telah diperhiaskan oleh iblis bagi orang-orang yang kafir itu akan kekufuran dan tipu daya mereka (terhadap Islam), dan mereka pula disekat oleh hawa nafsu mereka daripada menurut jalan yang benar. Dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan oleh Allah (dengan pilihannya yang salah) maka tidak ada sesiapapun yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya.”(Ar-Ra’d 13:33)