Bismillahirrahmanirrahim
Pesanan Dari Sheikhuna Youssef Muhieddine Rek El Bakhour Al Hasani Buat Para Ahbab Yang Dikasihi.
Sumber: facebook
Wahai para ahbab, menuju kepada bulan Ramadan yakni bulan untuk Allah, maka hendaklah kalian persiapkan diri dengan:
1. Membuang segala sifat keakuan- sifat yang menjadi hijab antara engkau dan Kekasihmu iaitu Allah - sifat yang menjadi sumber segala musibah yang menimpa dunia umat Islam hari ini sehingga kita hidup di dalam penderitaan yang tiada siapa tahu bilakah ianya akan berpenghujung melainkan Allah swt. Tiga hal yang membinasakan iaitu kebakhilan yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan merasa kagum dengan pandangan diri sendiri - Hanya aku yang benar! -
2. Baikilah sangkaan kepada sesama saudara. Sudah cukup bebanan dosa yang kita pikul yang nantinya akan dipersoalkan di hadapan Allah, maka mengapa ingin kita pikulkan lagi bebanan dosa orang lain untuk dibawa ke kuburan, dipersoalkan oleh malaikat dan akhirnya dihadapkan di hadapan Allah Rabbul 'Alamin? Nabi saw berpesan mafhumnya: Carilah 70 alasan untuk meletakkan keuzuran pada saudaramu (untuk memberi ruang kemaafan), dalam erti kata lain, baikilah sangkaanmu kepada saudaramu!
3. Merealisasikan penghambaan yang sebenar-benarnya kepada Allah. Bersamalah dengan Allah nescaya akan engkau saksikan kebersamaan Allah denganMu. Janganlah engkau mengharapkan rahmat Allah swt sementara engkau menjauh daripadaNya sedangkan rahmatNya tidak akan turun melainkan kepada ahliNya. Maka apakah engkau telah menjadi ahliNya untuk melayakkan dirimu mendapatkan rahmatNya?
4. Puasa itu ertinya imsak, menahan diri bukan sekadar pada makan dan minum tetapi pada hakikatnya simbolik untuk mengekang keinginan nafsu. Rukuk dan sujud yang dilakukan dengan keadaan menundukkan diri dan menyembahkan wajah ke bumi itu merupakan simbolik kerendahan hati yang menunjukkan kita tidak pernah memiliki. Tawaf dan saie yang dikerjakan berulang kali itu isyarat bahawa dunia ini tidak tetap dan berbolak balik, maka janganlah kita terhenti dan terpaut hati kepadanya.
Mudah-mudahan kita direzekikan al Unsu Billah, merasa manisnya berteman dengan Allah. Barangsiapa yang sudah merasakan keindahan bertemankan Allah, maka tiadalah ia peduli lagi akan pertemanan dengan yang selainNya kerana hatinya sudah diisi kesibukan dengan Sang KekasihNya swt.
.......................
Dikhidmati terjemahannya: Unit Akademik Banaat Yusufi 2025 (AR01)
Nota Seterusnya
Tiada nota seterusnya.
Komentar Pembaca
Belum ada komentar yang diluluskan.